Promo Bulan Mei
Lokasi Kami
Lokasi Kami
| Apa Itu PERC dalam Dry Cleaning? Mengapa Green Solvent Menjadi Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan |
Beranda | Clothespedia  |  Apa Itu PERC dalam Dry Cleaning? Mengapa Green Solvent Menjadi Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan

Ketika mendengar istilah dry cleaning, sebagian orang mungkin membayangkan proses mencuci pakaian tanpa air. Namun, sebenarnya dry cleaning tetap menggunakan cairan pembersih, hanya saja bukan air sebagai media utamanya.

Di dalam proses dry cleaning, digunakan cairan khusus yang disebut solvent untuk membantu melarutkan minyak, lemak, dan berbagai jenis kotoran yang sulit ditangani dengan pencucian berbasis air.

Selama puluhan tahun, salah satu solvent yang sangat dikenal dalam industri dry cleaning adalah perchloroethylene, yang juga disebut tetrachloroethylene, PCE, atau PERC.

Namun, perkembangan pengetahuan mengenai kesehatan dan lingkungan membuat industri dry cleaning mulai bergerak menuju penggunaan alternatif solvent dan teknologi yang memiliki dampak lebih rendah.

Lalu, apa sebenarnya PERC? Mengapa penggunaannya mulai dibatasi? Dan apa yang dimaksud dengan green solvent dalam dry cleaning?

Apa Itu Perchloroethylene (PERC)?

Perchloroethylene atau PERC adalah salah satu solvent yang secara historis banyak digunakan dalam proses dry cleaning. Solvent ini memiliki karakteristik yang membuatnya efektif untuk membersihkan berbagai kotoran berbasis minyak tanpa menggunakan air.

PERC telah digunakan dalam industri dry cleaning selama bertahun-tahun karena memiliki kemampuan membersihkan yang baik dan tidak mudah terbakar seperti beberapa solvent berbasis hidrokarbon.

Namun, penggunaan PERC juga memiliki perhatian khusus dari sisi kesehatan dan lingkungan.

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), paparan PERC dapat terjadi melalui pernapasan maupun kontak dengan kulit. Paparan dapat dikaitkan dengan berbagai efek kesehatan, termasuk pusing, sakit kepala, gangguan sistem saraf pusat, serta iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. NIOSH juga menyebut PERC sebagai potential human carcinogen.

Artinya, persoalannya bukan semata-mata apakah sebuah pakaian dapat dibersihkan dengan PERC atau tidak, tetapi juga bagaimana paparan terhadap solvent tersebut dikendalikan selama proses dry cleaning.

Apakah PERC Sudah Dilarang?

Jawabannya tidak sesederhana “sudah dilarang di seluruh dunia”.

Status dan peraturan mengenai PERC berbeda-beda di setiap negara dan wilayah. Namun, trennya jelas: penggunaan PERC semakin dibatasi dan industri mulai beralih ke alternatif lain.

Salah satu contoh paling jelas adalah Amerika Serikat.

Pada Desember 2024, Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat menetapkan aturan baru untuk mengelola risiko PCE berdasarkan Toxic Substances Control Act (TSCA). Untuk industri dry cleaning, EPA menetapkan proses phase-out selama 10 tahun. Penggunaan PCE dalam dry cleaning akan dihentikan secara bertahap, dan setelah 19 Desember 2034 PCE tidak lagi boleh digunakan untuk kegiatan dry cleaning di Amerika Serikat.

Bahkan penggunaan PCE pada mesin dry cleaning yang baru diperoleh telah mulai dibatasi sejak 2025, dengan pembatasan tambahan untuk jenis mesin tertentu mulai 2027.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan penting dalam industri: dry cleaning tidak lagi hanya berbicara mengenai kemampuan membersihkan pakaian, tetapi juga mengenai pemilihan solvent, keselamatan pekerja, pengelolaan bahan kimia, dan dampak terhadap lingkungan.

Mengapa Industri Dry Cleaning Mulai Mencari Alternatif?

Peralihan dari PERC tidak berarti bahwa semua solvent lain otomatis aman atau ramah lingkungan.

Industri telah mengembangkan berbagai alternatif, antara lain solvent berbasis hidrokarbon, solvent berbasis silikon, glycol ether, dan berbagai sistem pembersihan lainnya. Selain itu, terdapat pula metode professional wet cleaning yang menggunakan air dengan formulasi deterjen dan proses khusus.

Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, dan pertimbangan keselamatan yang berbeda.

Karena itu, istilah “green solvent” tidak seharusnya dipahami sebagai “cairan yang sama sekali tidak memiliki risiko”.

Green solvent lebih tepat dipahami sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang berupaya mendapatkan keseimbangan antara kemampuan membersihkan, keselamatan penggunaan, dampak lingkungan, dan perawatan material.

Penelitian mengenai solvent dry cleaning juga menunjukkan bahwa alternatif terhadap PERC memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tidak semua alternatif dapat disebut otomatis lebih berkelanjutan; faktor seperti volatilitas, toksisitas, sifat mudah terbakar, dan dampak lingkungan tetap perlu diperhatikan.

Dengan kata lain, pemilihan solvent tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan karakteristik proses serta material yang ditangani.

Apa Itu Green Solvent dalam Dry Cleaning?

Secara sederhana, green solvent adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan solvent yang dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan yang lebih baik dibandingkan alternatif konvensional tertentu.

Dalam konteks dry cleaning, penggunaan solvent yang lebih modern merupakan bagian dari upaya industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap solvent konvensional yang memiliki perhatian kesehatan dan lingkungan.

Namun, kualitas dry cleaning tidak hanya ditentukan oleh jenis solvent.

Hasil akhir juga dipengaruhi oleh:

  • jenis dan karakteristik kain,
  • warna dan konstruksi pakaian,
  • jenis noda,
  • kondisi pakaian sebelum proses,
  • teknik spotting,
  • temperatur dan waktu proses,
  • proses pengeringan,
  • teknik finishing,
  • serta pengalaman operator.

Karena itu, solvent yang baik tetap membutuhkan proses kerja yang baik.

Mengapa Pemilihan Solvent Penting untuk Pakaian Premium?

Tidak semua pakaian dibuat dengan konstruksi dan material yang sama.

Pakaian sehari-hari mungkin relatif sederhana untuk dirawat. Tetapi pakaian premium sering kali terdiri dari kombinasi material, aksesori, lapisan, bordir, payet, atau konstruksi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih.

Contohnya:

Kebaya dan pakaian berpayet

Kebaya dapat memiliki bordir, payet, manik-manik, benang dekoratif, serta kombinasi beberapa jenis kain. Proses pembersihan yang terlalu agresif dapat meningkatkan risiko perubahan tampilan pada material atau aksesori tertentu.

Gaun pengantin

Gaun pengantin sering memiliki beberapa lapisan kain, renda, bordir, kristal, payet, atau ornamen lainnya. Selain membersihkan noda, proses perawatannya juga harus mempertimbangkan konstruksi keseluruhan gaun.

Jas dan tuxedo

Jas memiliki struktur dan bentuk yang berbeda dari pakaian biasa. Proses cleaning dan finishing harus memperhatikan bentuk, lapisan dalam, serta struktur pakaian agar tetap terlihat rapi setelah proses selesai.

Coat dan jaket

Coat atau jaket dapat menggunakan material yang berbeda-beda, mulai dari wool hingga material campuran. Beberapa di antaranya membutuhkan metode perawatan khusus sesuai karakteristik material dan label perawatan.

Sutra, tenun, dan songket

Material seperti sutra, kain tenun, dan songket dapat memiliki karakteristik serat, warna, serta konstruksi yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati.

Karena itulah, dry cleaning untuk pakaian premium seharusnya tidak diperlakukan seperti proses laundry biasa.

Green Solvent di Clothes Laundry Jogja

Di Clothes Laundry Jogja, kami menggunakan green solvent dalam layanan dry cleaning sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan proses perawatan pakaian yang lebih modern dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Kami memahami bahwa pakaian seperti kebaya, gaun pengantin, jas, coat, jaket, sutra, songket, tenun, maupun pakaian dengan berbagai aksesori memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.

Karena itu, proses dry cleaning tidak hanya berfokus pada “membuat pakaian bersih”.

Kami juga memperhatikan karakteristik material, konstruksi pakaian, jenis noda, aksesori, serta instruksi perawatan sebelum menentukan proses yang sesuai.

Tujuannya adalah mendapatkan hasil cleaning yang optimal sekaligus memberikan perlakuan yang lebih lembut terhadap pakaian yang Anda percayakan kepada kami.

Dry Cleaning yang Baik Dimulai dari Pemeriksaan

Sebelum pakaian diproses, pemeriksaan awal menjadi bagian penting dari textile care.

Kami perlu melihat kondisi pakaian, jenis material, tingkat kekotoran, jenis noda, serta keberadaan aksesori atau detail khusus.

Hal ini penting terutama untuk pakaian premium.

Sebagai contoh, pakaian dengan payet, bordir, manik-manik, renda, material kombinasi, atau konstruksi khusus tidak selalu dapat diperlakukan dengan metode yang sama.

Setiap pakaian memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Karena itu, proses perawatannya juga perlu disesuaikan.

Bukan Sekadar Bersih, Tetapi Merawat

Dry cleaning modern bukan hanya tentang menghilangkan kotoran.

Bagi pakaian premium, tujuan akhirnya adalah menjaga pakaian tetap dalam kondisi sebaik mungkin setelah proses cleaning dan finishing.

Pemilihan solvent merupakan salah satu bagian dari proses tersebut.

Dengan penggunaan green solvent, proses dry cleaning di Clothes Laundry Jogja menjadi bagian dari pendekatan textile care yang lebih memperhatikan material, proses, serta aspek lingkungan.

Namun, kami juga percaya bahwa tidak ada satu metode yang cocok untuk semua jenis pakaian.

Karena itu, setiap item tetap perlu diperiksa dan diproses berdasarkan karakteristiknya.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Dry Cleaning?

Dry cleaning dapat menjadi pilihan untuk berbagai pakaian yang membutuhkan perawatan khusus, terutama ketika label perawatan merekomendasikan dry cleaning.

Beberapa contohnya adalah:

  • Jas dan tuxedo
  • Kebaya
  • Gaun pengantin
  • Coat dan pakaian berbahan wool
  • Pakaian berbahan sutra tertentu
  • Pakaian dengan bordir dan payet
  • Pakaian dengan konstruksi atau aksesori khusus
  • Kain tenun dan songket tertentu
  • Pakaian premium yang membutuhkan perawatan profesional

Tetap perhatikan care label pada pakaian. Label perawatan merupakan salah satu informasi terpenting dalam menentukan metode cleaning yang sesuai.

Pilih Dry Cleaning yang Memperhatikan Pakaian dan Proses

Perkembangan teknologi dry cleaning menunjukkan bahwa industri terus bergerak menuju proses yang lebih memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

PERC atau perchloroethylene merupakan contoh solvent konvensional yang kini semakin dibatasi di sejumlah wilayah. Di sisi lain, berbagai alternatif terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan cleaning dengan pendekatan yang lebih modern.

Bagi pemilik pakaian premium, pemilihan laundry bukan hanya soal harga.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pakaian tersebut diperiksa, solvent apa yang digunakan, bagaimana proses cleaning dilakukan, dan seberapa baik pakaian ditangani setelah proses pencucian.

Di Clothes Laundry Jogja, kami menggunakan green solvent dan menerapkan proses perawatan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap pakaian.

Karena bagi kami, pakaian premium bukan sekadar pakaian.

Ini adalah investasi, kenangan, dan sesuatu yang ingin Anda pertahankan dalam kondisi terbaik selama mungkin.

Butuh Dry Cleaning untuk Kebaya, Gaun Pengantin, Jas, Coat, Sutra, Tenun, atau Pakaian Premium Lainnya?

Percayakan perawatan pakaian khusus Anda kepada Clothes Laundry Jogja.

Kami siap membantu memeriksa kondisi dan material pakaian terlebih dahulu untuk menentukan proses perawatan yang sesuai.

Clothes Laundry Jogja — Professional Laundry & Textile Care untuk pakaian yang membutuhkan perhatian lebih.